Sebagian besar jamaah umrah dari Indonesia, Eropa, Amerika dan Australia mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah. Makkah berjarak sekitar 100 km — kurang lebih 75 menit perjalanan, tergantung lalu lintas dan terminal kedatangan.
1. Mobil pribadi dengan sopir (dari pintu ke pintu)
Mobil yang dipesan sebelumnya adalah pilihan paling mudah, apalagi setelah penerbangan panjang. Sopir memantau penerbangan Anda, menunggu di pintu kedatangan dan langsung mengantar ke hotel di Makkah. Anda bisa singgah di masjid miqat bila perlu, dan koper selalu bersama Anda.
- Cocok untuk: keluarga, lansia, rombongan, kedatangan tengah malam dan jamaah dengan banyak bagasi.
- Waktu: sekitar 75 menit ke pusat Makkah.
- Kendaraan: sedan (hingga 4), GMC Yukon atau Hyundai Staria (hingga 7), Staria 11 kursi, Toyota Hiace (12), Coaster (22) atau bus besar.
2. Kereta cepat Haramain
KAIA memiliki stasiun kereta Haramain sendiri. Perjalanan ke stasiun Makkah kurang dari satu jam, tetapi Anda tetap membutuhkan kendaraan dari stasiun ke hotel dan harus membawa koper melewati dua stasiun. Cek jadwal sebelum berangkat.
3. Taksi bandara
Taksi resmi menunggu di luar terminal. Sepakati tarif sebelum naik; sopir mungkin tidak mengenal hotel kecil atau berbicara bahasa Anda.
4. Bus
Paling murah tetapi lambat, lebih cocok untuk rombongan yang terorganisir.
Tips hari kedatangan
- Ihram: jika langsung umrah, mayoritas ulama menganjurkan berihram sebelum pesawat melewati miqat — biasanya di dalam pesawat. Tanyakan kepada ustaz pembimbing Anda.
- Terminal: cek apakah Anda tiba di Terminal 1, Terminal Utara atau Terminal Haji, lalu kabari sopir.
- SIM dan uang tunai: beli kartu SIM lokal di bandara dan siapkan sedikit riyal.
- Turun di hotel: di sekitar Masjidil Haram, jalan kadang ditutup untuk mobil pada jam sibuk; sopir akan menurunkan Anda di titik terdekat yang diizinkan.